Cari Blog Ini

Senin, 15 Januari 2018

Florence, kota patung seni.


Dante Alighieri di dalam Devine Comedia berkata (lihat blog sebelumnya tentang Dante):
“Bersukacitalah, wahai Florence, karena engkau begitu agung,
Yang melampaui laut dan daratan engkau mengepakkan sayapmu,”

Memang Florence adalah kota agung dan salah satu kota paling indah di dunia. Karya seni dan museum di Florence diakui oleh Unesco. Selain keagungan seni dan arsitekturnya, Florence adalah pusat perdagangan dan keuangan Eropa di abad pertengahan dan adalah salah satu kota paling kaya di jaman itu dan dianggap sebagai tempat lahir Renaissance.
Lapangan di muka Palazzo Vecchio yang dinamai Piazza della Signoria dipenuhi  patung seni karya pematung tersohor seperti: Giambologna, Baccio Bandinelli, Bartolomeo Ammannati, Benvenuto Cellini, dan Michelangelo Buonarroti. Semua seniman ini adalah kelahiran Florence atau penduduk Florence.
 Setiap patung mepunyai cerita sendiri yang diambil dari mitologi Yunani atau Romawi. Tempat ini menjadi pameran seni renaissance di ruang terbuka. Setiap patung adalah karya asli, kecuali patung David yang merupakan replika.

Patung Giambologna “Rape of the Sabine Women” didasari mitoligi Romawi, dimana para lelaki Roma, dibawah Romulus, melakukan penculikan massal wanita-wanita muda dari kota-kota di daerah itu.  Giambologna membuat patung dengan tema ini dengan tiga orang (seorang lelaki memanggul wanita sedangkan seorang lelaki lain berjongkok), dibuat dari satu bungkahan pualam. Patung ini dianggap sebagai karya agung Giambologna.


“The Fountain of Neptune” terletak di samping Palazzo Vecchio terbuat dari pualam dan tembaga, air mancur itu diselesaikan di tahun 1565 dan dirancang oleh Baccio Bandinelli. Patungnya dibuat oleh pematung Bartolomeo Ammannati, dengan elemen-elemen buatan pematung lainnya. 
Neptune adalah dewa lautan  di dalam mitologi Romawi. Di dalam tradisi Yunani, Neptune adalah saudara dari Jupiter dan Pluto.

“Perseus with the head of Medusa”, adalah patung tembaga buatan Benvenuto Cellini. Ia dianggap karya agung dan salah satu patung yang paling terkenal di Piazza della Signoria di Florence.
Ia menggambarkan Perseus berdiri di atas badan Medusa dan mengangkat kepalanya ke atas. Medusa adalah peri mengerikan berwajah wanita yang rambutnya berubah menjadi ular, dan setiap orang yang melihatnya menjadi batu. Perseus berdiri tegak penuh kemenangan di atas badan Medusa dengan kepala berular Medusa di tangannya.

 “The Rape of Polyxena” adalah patung pualam buatan Pio Fedi. Di dalam patung ini, Polyxena berjuang untuk melepaskan diri dari Achiles yang merangkulnya dengan satu tangan dengan mudah.
Tangan yang lain siap untuk memancung ibunya, Hecuba, dengan pedang perkasanya.

“Hercules and Cacus” adalah patung putih di sebelah kanan gerbang Palazzo Vecchio. Ini adalah karya Baccio Bandinelli  seorang seniman Florence. Di sini, sang setengah dewa Hercules, membunuh Cacus monster penyemprot api karena mencuri ternak, ini adalah simbol keperkasaan fisik.


“David” adalah patung yang paling ikonik di Florence, dan yang paling mudah dikenal. Di patung ini, David hanya berdiri, melihat kejauhan dari bahunya. Michelangelo mematungkan David tepat sesaat setelah menantang Goliath, sesaat sebelum salah satu peristiwa yang paling menentukan sejarah.

 

Photo by Guillaume Piolle - Wikimedia

  Patung Cosimo I de Medici  buatan Giambologna menunjukkan ambisi Medici dan merupakan potret seorang yang menundukkan seluruh Tuscany di bawah kuasa militer Medici. Dia adalah seorang bankir dan politikus Itali, generasi pertama dinasti politik Medici, yang secara de facto adalah penguasa Florence di hampir seluruh masa Renaissance di Itali. Kekuasaannya berakar pada kekayaannya sebagai bankir, dan dia sangat menghargai seni dan arsitektur. 
Cosimo dan keturunannya memerintah dari tempat ini dan dari kantor di sebalahnya, yang sekarang menjadi museum Uffizi. 
Konon katanya patung “Hercules and Cacus” buatan Bandinelli di sebelah kanan patung David diatur oleh Medici untuk menunjukkan kekuatan fisik ketika mereka kembali dari pengasingan. Patung Neptune buatan Ammannati merayakan ambisi dirgantara Medici. Patung Persues mengangkat kepala Medusa buatan Cellini adalah peringatan bagi yang melawan penguasa Medici.




1 komentar:

  1. wah ini blog yang baik, jarang ada yang mau membahas dari sisi seni. gak bikin bosen juga. mantap!

    BalasHapus