Cari Blog Ini

Selasa, 27 Februari 2018

Milan, di Castello Sforzesco



Milan adalah ibukota daerah Lombardy, dan kota kedua paling padat di Itali setelah Roma. Ia adalah pusat financial terkemuka dan kota yang paling kaya dalam hal manufuktur dan komersial. Di masa Renaissance, Milan adalah kota yang besar dengan daearah kekuasaan yang luas, dan sangat kaya.


Ludovico Sforza, Pemimpin Milan dari 1494 sampai 1499, membuat Milan sangat bagus bukan hanya di Itali tapi juga di Eropa, diasuh oleh seniman dan ilmuwan megah dan pandai. Leonardo da Vinci dan arsitek Donato Bramante termasuk di antara banyak seniman, penyair, dan musikus yang berkumpul di Milan. Ludovico memimpin babak terakhir dan yang paling produktif dari Renaissance di Milan, dan dia mungkin paling dikenal sebagai orang yang menugaskan Leonardo da Vinci untuk membuat lukisan The Last Supper.


Salah satu atraksi turis yang utama di Milan adalah Castello Sforzesco (Kastil Sforza) yang dibuat oleh ayah Ludovico, Francesco Sforza, Pemimpin Milan, di reruntuhan benteng abad ke 14. Dibangun kembali secara ekstensif di tahun 1891- 1905, kastil ini sekarang memiliki beberapa museum dan koleksi seni. Kastil ini memiliki lapangan segi empat yang dibatasi tembok kota.

Tembok yang menghadap ke daerah luar kota di Utara Milan memiliki menara segi empat dan sebuah gerbang melengkung. Gerbang ini dulunya bisa dimasuki melalui jembatan yang bisa diangkat.
Menara tengah kastil ini dipersembahkan bagi raja Umberto I, yang dibunuh 5 tahun sebelumnya. Menara ini didisain dan dihias pleh pematung dan arsitek Filarete, sehingga nama menara ini dinamakan Torre del Filarete (Menara Filarete).
Berjalan beberapa menit dari Milan Duono (Katedral Milan), ada sebuah lapangan yang dinamai Piazza Mercanti (Lapangan Perbelanjaan). Lapangan ini berasal dari abad ke 12 dan 13 dan sebelumnya adalah pusat perbelanjaan kota Milan. Berbagai pedagang, seperti pembuat roti, tukang sepatu dan penjahit melakukan bisnis mereka di sini.
Di sebelah Castello Sforzesco ada taman besar yang dinamai Taman Sempione. Luasnya 38 hektar, didisain oleh arsitek Emilio Alemagna.
Taman ini ditata rapi dengan gaya pemandangan dengan jalanan berliku, lahan rumput terbuka, pohon-pohon tinggi, dan jembatan indah di danau utama. Taman Sempione dibuat di abad ke 17 diisi pohon-pohon oak dan pohon chestnut dan juga hewan-hewan eksotik. 
Setelah Spanyol menguasai Milan, taman itu diubah menjadi perkebunan. Kemudian dibawah pimpinan Napoleon, taman itu kembali diubah seperti asalnya dan dikembalikan ke penduduk lokal.
Setelah perang dunia ke 2, sebuah perusahaan real estate melobi perubahan taman itu menjadi bangunan tempat tinggal. Namun, berkat oposisi dari penduduk lokal taman ini tetap terpelihara seperti keadaannya saat ini.
 
Sumber: Wikipedia






Tidak ada komentar:

Posting Komentar