Tampilkan postingan dengan label Agama Taoisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama Taoisme. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2022

Laoshan, di Gunung


Laoshan, atau Gunung Lao karena shan berarti gunung dalam bahasa Tiongkok, adalah sebuah gunung yang terletak sekitar 30 km dari Qingdao di tepi Laut Kuning, Tiongkok. Gunung ini adalah gunung pesisir pantai tertinggi di Tiongkok dan gunung tertinggi kedua di Shandong, dengan puncaknya yang tertinggi (Jufeng) mencapai 1.132 meter. Terletak tinggi di timur dengan tebing di dekat laut, dan landai di barat dengan perbukitan. Dari ketinggian gunung kita bisa melihat laut biru yang memberi gunung ini predikat “gunung paling terkenal di laut”.

 

Laoshan dikelilingi oleh laut di tiga sisi dan sungai mengalir di punggungnya yang rata. Lingkungan geomorfiknya yang istimewa dengan pegunungan yang bertemu dengan laut telah menciptakan pemandangan luar biasa dengan langit, awan, kabut, dan sinar matahari yang bersinar sering membentuk berbagai kesan. Laoshan memiliki bentuk lahan glasial granit yang khas. Puncak dan bukit granit di Laoshan kaya akan batuan yang membentuk segala macam pola unik di bawah pengaruh erosi air dan proses pelapukan.

 

Gunung ini juga dihuni oleh berbagai pohon kuno yang tinggi, yang membuat Deng Xiaoping terkesan dan berkata ketika dia mengunjungi Laoshan: "Tempat ini sangat bagus. Dengan beberapa pohon kuno yang besar saja, itu bisa menarik banyak orang. Jadi ada bahan untuk mengatur pembukaan dan pengembangan pariwisata”. Tempat ini kini bernama Laoshan Scenic Area, sebuah taman hutan dengan perlindungan ekosistem terbesar dan terlengkap terhadap hutan alamiah cemara dan pinus  di zona sejuk Tiongkok.

 

Ada 230 pohon purba dari 39 spesies. Pohon Cypress Dinasti Han berusia 2.100 tahun (Cypress Han yang menggapai awan) di kuil Taiqing Gong dengan tiga pohon yang tumbuh bersimbiosis, dianggap sebagai pohon suci oleh penduduk setempat. Pohon Elm Dinasti Tang berusia 1.000 tahun adalah pohon berbentuk unik yang merupakan salah satu pohon elm paling kuno di Tiongkok utara. Pohon ini juga dikenal sebagai "Elm Kepala Naga" karena batang pohon ini melengkung seperti kepala naga.

 

Kita bisa melihat pemandangan Laoshan yang indah ini dengan naik kereta gantung ke puncak gunung, dan kita bisa melihat gunung batu granit dengan pohon pinus dan berbagai jenis pohon.

 

TAMAT

 

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Lao

http://www.laoshan.gov.cn/n15555905/n15558115/n15558396/201204155729315806.html


Sabtu, 28 Mei 2022

Laoshan, di Kuil Taiqing Gong

 

Setelah melihat pesisir Laoshan kita menuju ke Kuil Taiqing Gong yang terletak tidak jauh dari pantai  di lereng Selatan gunung ini. Di antara kuil dan pantai ada lapangan besar, yang namanya Lapangan Taiqing tentu saja, yang juga merupakan tempat perhentian bus-bus untuk naik dan turun gunung. Di pinggir lapangan ada kios-kios makanan dan ada juga yang jual es krim, ada Russian Ice Cream wafer yang baru pertamakali itu kami coba, rasanya enak sekali, susunya kental terasa.

Taiqing Gong adalah kuil Tao tertua dan terbesar di Gunung Laoshan, sederhana, kuno dan khusyuk. Menurut legenda, pendirinya, Zhang Lianfu, mengembara ke Gunung Laoshan pada 140 SM, dan menemukan tempat yang tenang di bawah Puncak Laojun. Dia memilih untuk membangun sebuah kuil terpencil di lokasi ini, dan memberikannya kepada para murid untuk beribadah, yang meletakkan dasar Taoisme di Laosan. Karena afiliasi Laoshan yang panjang dengan Taoisme, Laoshan sering dianggap sebagai salah satu "tempat lahir Taoisme".

 Penulis Dinasti Qing Pu Songling mengunjungi Gunung Laoshan pada tahun 1672, dan tinggal di kuil Taiqing Gong, tetapi dia tidak mampu untuk tinggal di bagian sayap bangunan karena ia miskin. Dia hanya bisa merebahkan diri di lantai pada malam hari. Saat menulis, ia menggunakan papan kayu sebagai meja. Cahaya lilin di atas meja pada malam hari adalah pencahayaan yang terbaik baginya. Pu Songling hanya mengunjungi dua gunung terkenal Taishan dan Laoshan dalam hidupnya, tetapi dua kunjungan ke Laoshan telah meninggalkan legenda berabad-abad. Salah satu tulisan klasiknya adalah kisah 'Pendeta Tao Laoshan' yang mencerminkan misteri dan praktik magis yang diadaptasi oleh para pendeta Tao di sana. Sebuah tembok yang dikatakan sebagai prototipe tembok yang ‘ditembus’ secara gaib oleh penganut Tao dalam novel Pu Songling masih terlihat di Istana Taiqing.

 Taoisme (juga dikenal sebagai Daoisme) adalah filosofi Cina yang dikaitkan dengan Lao Tzu (sekitar 500 SM), menekankan melakukan apa yang alami dan "mengikuti arus" kekuatan kosmik yang mengalir melalui semua hal dan mengikat dan melepaskannya. Aliran harmoni ini disebut Tao, atau "jalan". Dalam 81 puisi puisi yang membentuk Tao Te Ching, Lao Tzu menguraikan Tao untuk kehidupan individu serta pemimpin dan cara pemerintahan. Filsafatnya tumbuh dari ketaatan pada alam, dan agamanya  berkembang dari kepercayaan pada keseimbangan kosmik yang dipelihara dan diatur oleh Tao. Keyakinan aslinya mungkin atau mungkin tidak termasuk praktik penyembahan leluhur dan pemujaan roh tetapi kedua prinsip ini dijalankan banyak penganut Tao saat ini dan telah berlangsung selama berabad-abad.

 Mengikuti 108 anak tangga, di bawah Puncak Laojun, berdiri patung besar Lao Tzu. Tingginya 36 meter dan lebar 28 meter di bagian dasarnya. Patung tersebut dibangun sesuai dengan lukisan Lao Tzu oleh pelukis terkenal Wu Daozi pada masa Dinasti Tang. Lao Tzu menunjuk ke langit dengan tangan kirinya dan bumi dengan tangan kanannya, yang berarti "dari surga ke bumi, hanya ada Tao".

TAMAT

 

Sumber:

http://www.chinatoday.com.cn/ctenglish/2018/tourism/201802/t20180207_800116961.html

https://www.worldhistory.org/Taoism/