Cari Blog Ini

Minggu, 31 Desember 2017

Wawancara dengan Dante


Aku melihat Dante di Florence sesaat sebelum ia menghampiri jembatan Ponte Vecchio yang menyeberangi sungai Arno.

Dia berbadan rada kecil, dengan mata besar dan hidung bengkok yang kentara. Dia kelihatan seperti orang-orang yang biasa dijumpai di jalanan.

Aku ragu sejenak apakah akan menyapanya ketika ia kelihatan sedang tertegun memandang ke seberang sungai. Tak disangka ia ternyata seorang yang cukup ramah dan bersedia berbicara dengan orang yang belum dikenal.

Bingung dan tak siap, aku bertanya asal-asal saja:
“Apa arti kota Florence ini bagi anda?” 

Dante mengutip Inferno Canto 26:
“Bersukacitalah, wahai Florence, karena engkau begitu agung,
Yang melampaui laut dan daratan engkau mengepakkan sayapmu
Dan di seluruh Neraka namamu tersebar luas!
Di antara pencuri lima orang pendudukmu
Seperti ini kutemukan, membuat aku malu,
Dan sehingga engkau tidak meraih kehormatan agung.”

Lalu aku bertanya:
“Meskipun dengan keagungannya, mengapa anda bilang kota kesayangan anda, Florence, terkenal di suluruh Neraka?”

Dante berkata:
“ Banyak penududuk terkemuka Florence hidup di Neraka karena dosa-dosanya.
Filippo Argentini menyamarkan kudanya dengan perak dan memiliki tangan besi. Dia memiliki temperamen yang kejam, suatu saat dia menampar aku, dan adiknya mengambil alih milikku yang disita.
Farinata degli Uberti adalah seorang bidaah, dia percaya bahwa tidak ada jiwa dan segalanya akan mati dengan badan.  Dia menganggap kesenangan hidup di dunia sebagai tujuan paling utama.
Bocca degli Abati mengkhianati pendukung golongan guelph pada saat terpenting di pertempuran- ketika tentara bayaran Jerman membantu golongan ghibellines Tuscan menyerang – dengan memotong tangan pemegang bendera lambang guelph.  Kehilangan semangat oleh pengkhianatan Bocca dan lenyapnya bendera mereka, orang-orang gueplh menjadi panik dan dikalahkan bulat-bulat.
Lalu ada sobatku Ciacco yang rakus, babi itu, sepanjang hidupnya mengumbar kerakusan makannya dan hidup dalam kelebihan.
Lalu ada Francesca da Rimini, yang terpaksa kawin dengan orang yang bernama Gianciotto Malatesta karena urusan politik. Namun, dia jatuh cinta dengan adik suaminya Paolo dan berselingkuh dengannya. Ketika Gianciotto mengetahui perselingkuhan itu, dia membunuh keduanya. Gianciotto sekarang berada di Neraka di tingkat yang lebih dalam, begitu kata Francesca kepadaku.”

Aku berkata:

“ Ada orang yang mengira bahwa anda mengutuk orang-orang ke neraka di buku Inferno anda karena anda sakit hati terhadap musuh-musuh anda. Anda pernah menjadi orang yang sangat berpengaruh dan terkenal di lingkungan politik dan lalu dikucilkan dari Florence, dengan orang-orang segolongan anda, setelah kalian kalah dalam peperangan politik. Anda dihukum, dengan empat orang lainnya, dengan denda besar dan diasingkan selamanya dari pemerintahan.
Kemudian, dengan kedua anak anda dan orang lainnya, kalian dijatuhi hukuman mati dengan dibakar, seandainya kalian kembali masuk ke dalam kekuasaan rakyat. Anda kehilangan segalanya, keluarga, hak milik, dan jalan hidup anda.”

Dante mengutip pembukaan Inferno:
“Di pertengahan perjalanan hidup kita
Aku menemukan diriku berada di kegelapan hutan,
Karena jalan yang benar sudah hilang.
Ah, betapa susahnya aku untuk mengatakan
Betapa kejamnya hutan ini, kasar dan keras,
Yang menambah rasa takut.
Alangkah pahitnya, kematian sedikit lagi;
Namun demi membagi hal baik yang aku temukan di sana,
Aku akan berbicara mengenai hal-hal lain yang aku lihat di sana.”

Aku berkata:

“Mengikuti perjalanan anda di Purgatory Canto 30, anda seakan mengakui bahwa anda tidak setia kepada Beatrice, wanita yang anda puja dan sangat cintai. Anda berkata bahwa anda jatuh cinta padanya saat pertama and ketemu dengannya, dan di Vita Nuova anda menulis tentangnya dan berkata “Lihatlah, seorang dewi yang lebih perkasa dari aku; yang akan datang, dan akan mengendalikan aku.”

Anda seakan benar-benar terpikat dengannya sejak pertemuan pertama, namun saat itu anda baru 9 tahun dan dia 8 tahun.”

Dante mengutip sebuah soneta dari buku Vita Nuova (yang berarti Hidup Baru) yang dipersembahkan buat Beatrice:
“ Di dalam buku itu yang
Adalah kenanganku….
Pada halaman pertama
Yang adalah babak ketika
Aku pertama kali berjumpa dengan mu
Muncul kata-kata…
Di sini mulai sebuah hidup baru.”

Aku berkata:
“Lalu saat kedua anda bertemu Beatrice adalah 9 tahun kemudian, dan ia menikah dengan seorang bankir 4 tahun kemudian, dan meninggal dunia 3 tahun kemudian pada umur muda 24 tahun, di tahun 1290. Bagaimana anda memandang Beatrice setelah kematiannya di bagian hidup anda selanjutnya?”

Dante mengutip apa yang dikatakan Beatrice tentang Dante di Purgatory Canto 30:
“Ia memisahkan dirinya dari aku dan memberinya kepada yang lain.
Ketika aku bangkit dari badan menjadi jiwa,
Dan keindahan dan keluhuran di dalam aku tertambah,
Aku baginya menjadi kurang tersayangi dan kurang menyenangkan;
Dan dia berbelok ke jalan yang tidak benar,
Mengejar hal yang berkesan kepalsuan,
Yang tak pernah memenuhi janjinya;
Tidak juga ada doa memohon petunjuk kutemukan,
Dalam bentuk mimpi dan yang lainnya
Aku memanggilnya kembali, sangat sedikit yang diturutinya.
Sebegitu rendah ia jatuh, sehingga semua sarana
Untuk menyelamatkannya sudah kehabisan,
Kecuali menunjukkan padanya orang-orang terbinasa itu.”

Lalu Dante mengutip Purgatory Canto 31:

“Menolehlah, Beatrice, wahai tolehkan mata kudusmu,”
Begitu lagu mereka, “kepada orang yang percaya,
Yang harus melihat engkau mengambil begitu banyak langkah,
Dalam rahmat lakukanlah keanggunan yang engkau singkapkan
Wajahmu kepadanya, sehinga dia dapat melihat
Keindahan kedua yang engkau sembunyikan.”
Wahai semarak cahaya hidup yang abadi!”

Aku berkata:

“Kembali ke Inferno Canto 26, anda bercerita tentang Ulysses, raja Yunani Ithaca yang legendaris dan pahlawan puisi epik dari Homer, bahwa anda bertemu dengannya di Neraka. Namun dalam hidupnya orang ini mendapat pengakuan dari surga. Dewi Athena, putri dari dewa tertinggi membantu perantauannya, dan bahkan menyiapkan pembunuhan berdarah. Raja angin Zeus, dewa tertinggi adalah dewa lainnya yang memperkukuh hubungan Ulysses dengan surga. Dalam perjalanannya, Ulysses juga menerima bantuan para dewa seperti Circe dan Calypso, meskipun dia didendami oleh tokoh seperti Poseidon.
Mengapa dia sekarang menderita di Neraka, tempat yang anda sebut di Inferno Canto 3: “Abaikan semua harapan, engkau yang masuk ke sana”, dan di mana “Belatung yang menjijikkan dan cacing-cacing di kaki para pendosa mengisap darah yang membusuk, nanah, dan air mata yang turun mengailr dari tubuhnya.” Mengapakah pahlawan agung itu dikutuk ke neraka?”

Dante menceritakan tulisan Homer mengenai Ulysses:
“Ulysses membunuh semua pelamar yang ingin menyunting isterinya Penelope selagi ia merantau. Leodes memohon ampun untuk nyawanya namun ia disebat pedang, sehingga kepalanya jatuh terguling menelan debu. Setelah membunuh semua pelamar Penelope itu, dia memerintahkan membunuh juga semua dayang-dayang Penelope. Namun, sebelum itu mayat-mayat para pelamar musti disingkirkan dulu, dan para dayang harus membersihkan meja kursi dari darah pelamar. Dia ingin menghina para dayang sebelum ia menjagal mereka, memperlihatkan mayat-mayat kekasih mereka sementara mengetahui sepenuhnya azab yang akan menimpa. Setelah para dayang membersihkan meja kursi, digosok dengan spons, dibilas dan dibilas lagi darah, mereka dipenggal dengan pedang lancip yang mencabut nyawa. Tak diragukan lagi bahwa Ulysses adalah gembongnya gerombolan bajingan itu.”

Aku berkata:
“Ulysses dikenal sebagai raja perang dan ahli strategi yang hebat. Dia dengan cerdik menyingkapkan penyamaran Achilles dan meyakinkannya untuk menopang senjata untuk ikut perang melawan orang-orang Trojan. Di dalam Iliad yang ditulis Homer, Ulysses dipandang sebagai antitesis Achiles, selagi Achiles dirudung kemarahannya yang bisa menghancurkan dirinya sendiri, Ulysses sering dianggap sebagai orang yang menggunakan akal, mengikuti pikiran, terkenal oleh kesabarannya dan keahlian diplomasi. Ulysses bukan saja ahli taktik perang, seperti dibuktikannya dengan akalnya menggunakan Kuda Trojan, tetapi juga pembicara yang baik. Dia dianggap pahlawan yang terpiawai, dapat memecahkan setiap persoalan. Dia juga adalah serdadu yang hebat dan pemimpin yang sangat karismatik yang memberi inspirasi rakyatnya."

Dante berkata mengutip apa yang dikatakan Ulysses kepadanya di Inferno Canto 26:
“ Bukan kelembutan terhadap seorang putra, bukanlah pula tugas mengabdi
Terhadap ayahku yang menua, bukan pula cinta yang aku berhutang
Kepada Penelope yang akan membuatnya gembira
Dapat menimpali semangat ku
Untuk mencari pengalaman duniawi
Dan mempelajari kejahatan manusia, dan harganya….
Aku dan kawanan sekapalku menjadi tua dan lambat
Saat kami sampai di selat yang sempit
Dimana Hercules menoreh garis luar batas,
Memperingati semua orang untuk tidak pergi lebih jauh.”

Aku berkata:
“Dengan demikian spertinya Ulysses bertindak seperti Adam, manusia pertama di bumi, yang meskipun berbahagia kekal hidup di surga mengidap kerinduan untuk mencari yang lebih, tentang pengetahuan terlarang. Demikian halnya Ulysses yang meskipun berbahagia setelah berhasil kembali pulang ke pulau Ithaca, hidup berbahagia dengan keluarga, mengidap kerinduan akan petualangan yang lebih, untuk menaklukan dunia “yang belum dilihat siapapun”, yang berakhir dengan hancur leburnya kapal Ulysses dan kematiannya yang menandai talak terakhir dengan segala hubungan surgawi.

Kala sore hari menggelap, Dante mengakhiri pembicaraan itu dengan mengatakan bahwa ia harus pergi ke suatu tempat, lalu membalikkan punggungnya mengikuti tapak jalan di sepanjang sungai Arno.




Ini adalah wawancara imajiner untuk mengenang Dante Alighieri.





4 komentar:

  1. Wow, walaupun fiksi tapi seru juga bacanya :)

    BalasHapus
  2. Ada link untuk beli bukunya Dante nggak gan?

    BalasHapus
  3. Coba... http://www.fullbooks.com/Dante-s-Inferno1.html

    Selamat mambaca....

    BalasHapus