Cari Blog Ini

Sabtu, 17 Maret 2018

Milan, di Perjamuan Akhir



Monumen Leonardo da Vinci yang dibuat oleh pematung Pietro Magni terletak di tengah Piazza della Scala di Milan. Piazza della Scala dihubungkan oleh Mall Galleria Vittorio Emanuelle II dengan Piazza Duomo. 
Leonardo da Vinci pernah tinggal dan bekerja di Milan di abad ke 15 di Sforza Castle di bawah Duke of Milan, Ludovico Sforza.
Tugasnya adalah untuk memelihara kebudayaan dan seni di kota Milan. Dalam masa ini, Leonardo da Vinci sibuk dengan penemuan-penemuan, ekspansi sistem kanal pembuatan kunci-kunci dan studi tentang tubuh manusia. Selama masa ini di Milan, dia juga menciptakan lukisan dinding yang terkenal “Perjamuan Akhir”.
Perjamuan Akhir berada di dalam gereja Santa Maria delle Gracie di Milan, yang dipertunjukkan di ruang makan biara. Lukisan itu dilukis di dinding Utara ruang makan para biarawan Dominikan. Ukurannya 15 x 29 kaki. Lukisan itu masih utuh sampai sekarang, dengan perkecualian pembuatan pintu di abad ke 19 yang menghapus bagian bawah tengah lukisan itu. Leonardo da Vinci meletakkan meja makan yang panjang di tengah ruangan, dengan Yesus di tengah dikelilingi ke 12 rasul.
Dikatakan bahwa wajah para rasul dilukis berdasarkan model wajah orang-orang hidup. Ketika harus memilih wajah bagi sang pengkhianat Judas (kelima dari kiri, memegang uang perak suapannya), Leonardo menjelajahi penjara untuk mencari seorang yang berwajah bajingan.
Sewaktu perang dunia ke 2 pasukan pembom sekutu menyerang dan sangat merusakkan gereja itu. Ruang makannya runtuh ke tanah, beberapa dinding selamat, termasuk lukisan Perjamuan Akhir, karena dilindungi oleh kanting-kantong tanah sebelumnya. 
Perjamuan Akhir yang bak mujizat selamat dari pemboman Sekutu, didera masalah lain yang disebabkan oleh teknik eksperimen Leonardo, yang menyebabkan rusaknya dinding itu lebih cepat dari yang diduga.
Perbaikan dengan hati-hati dari lapisan cat yang sangat halus memulihkan warna cat yang tersembunyi. Gereja dan biara itu telah mengalami restorasi terus menerus dari tahun 1990an menurut sebuah strategi konservasi yang manunggal.
Gereja Santa Maria delle Grazie pada awalnya ditugaskan kepada Guiniforte Solari oleh biarawan Dominikan untuk biara mereka. Solari menciptakan dan menghiasi sebuah bangunan indah dalam gaya Gothic akhir, yang diselesaikan di tahun 1490.
Ludovico Sforza, Duke of Milan, memutuskan bahwa gereja Santa Maria delle Grazie akan menjadi tempat perkuburan yang sempurna bagi dia dan isterinya, dan dalam persiapannya meminta Donato Bramante untuk mengubah model gereja itu. Bramante membangun lengkungannya dan memahkotainya dengan drum segi 16 yang menakjubkan  dalam gaya Renaissance.
Baik bagian dalam maupun bagian luar gereja itu memperlihatkan kombinasi yang menarik dari gaya Gothic dan Renaissance. Bagian muka dari bata yang sederhana diciptakan oleh Guiniforte Solari, sedangkan bagian gerbang dalam gaya Renaissance diciptakan oleh Donato Bramante.
Bagian jalur tengah dan pinggir adalah contoh menakjubkan dari gaya arkitektur Gothic akhir. Bagian itu terdiri dari lengkungan anggun yang dibumbui oleh lukisan frescoe yang halus. Bagian dengan gaya Renaissance tidak terlalu banyak dekorasi dan nampak kosong dibandingkannya.
Di bagian pinggir ada beberapa kapel, yang banyak diantaranya dihiasi dengan lukisan frescoe yang indah.
Gereja ini dan biaranya telah dimasukan dalam daftar UNESCO World Heritage.
Sumber: Wikipedia




Tidak ada komentar:

Posting Komentar