Kamis, 19 Maret 2026

Praha, di Kafka Museum

 

Ketika menyusuri Sungai Vitava, di belahan Kota Kecil kami menemukan Museum Franz Kafka. Tampak muka museum ini sederhana saja, dengan beberapa pintu dan jendela, hanya ada sebuah huruf K besar berwarna hitam di depannya. Uniknya, di muka museum ini, terdapat patung dua orang yang lagi kencing. Patung kontroversial karya seniman David Cerny ini, dinamakan Proudy, terbuat dari perunggu yang secara robotik menggerakkan penis  mereka seperti memberi pesan tertentu dengan kencing mereka.

Sosok-sosok itu terbuat dari perunggu yang terlihat seolah-olah mereka dibuat dari irisan logam bergigi yang ditumpuk.  Masing-masing sosok memegang penis mereka dan sedang kencing, menuangkannya dalam pola yang acak. Mereka mengencingi tatakan yang berbentuk peta Cekoloswakia, jadi mereka itu sebenarnya mengencingi Cekoslowakia. Sungguh profokatif.

Ruangan museumnya gelap, segelap tulisan-tulisan Kafka. Bagian pertama dari penghayatan akan dunia Kafka, dinamai Ruang Eksistensial, menunjukkan bagaimana Praha membentuk kehidupan penulis, jejak yang ditinggalkannya pada dirinya, dan bagaimana kekuatan transformatif itu mempengaruhinya. Buku harian dan korespondensi luasnya dengan anggota keluarga, teman-teman, kekasih, dan penerbit menjadi saksi pengaruh ini. Tantangan bagi penyimak adalah mencoba dan menangkap konflik utama dalam kehidupan Franz Kafka yang dipandu oleh pandangan penulis.

Bagian kedua, dinamai Topografi Imajiner, menunjukkan Kafka menggambarkan kotanya tanpa menyebutkan nama tempat-tempat kejadian ceritanya, dengan hanya beberapa pengecualian.

Pembaca dapat menebak, misalnya katedral anonim dalam The Trial tidak lain adalah Katedral St. Vitus; bahwa jalan yang dilalui oleh Joseph K. di bab terakhir buku yang sama mengarah dari Kota Tua, melintasi Jembatan Charles menuju batas luar Kota Kecil. Juga dikatakan bahwa pemandangan dari jendela Bendemann dalam The Judgment menampilkan tanggul, Sungai Vltava dan tepi seberangnya dengan cara yang sama seperti yang dapat dilihat dari Jalan Mikulášská (sekarang Jalan Pařížská), tempat keluarga Kafka tinggal pada tahun 1912. Hal ini untuk membuktikan bahwa topografi Praha yang ditulis Kafka adalah historis, meskipun tidak disebutkan nama tempatnya.

Namun, bagi tulisan Kafka itu tidak penting. Tulisannya mengubah Praha menjadi topografi imajiner. Kota tersebut mengambil langkah mundur, dan tidak lagi dapat dikenali dari bangunan, jembatan, dan monumennya. Tidak lagi penting untuk mengidentifikasi kantor tertentu, sekolah dasar atau menengah, universitas, gereja, penjara, atau kastil, karena struktur-struktur ini berfungsi dalam peran metafora dan tempat alegoris.

 

TAMAT

Sumber:

https://kafkamuseum.cz/en/exhibition




Jumat, 16 Januari 2026

Praha, di Gereja Bunda Kita

 

Ketika kami berjalan di Alun-alun Kota Tua Praha, kami menemukan alun-alun yang agak semrawut, penuh dengan turis, banyak pedagang kaki lima dan pemain musik, serta kios suvenir. Bangunan-bangunan di sana merupakan campuran gaya arsitektur dari berbagai periode, termasuk Gotik, Barok, dan Renaisans. Meskipun tampilan alun-alun ini semrawut, banyak orang menganggap alun-alun ini meriah sekaligus menawan.

Kemudian, seolah menjulang dari berbagai bangunan, berdiri gereja ini dengan menara kembar bergaya Gotik. Nama lengkapnya, "Gereja Bunda Maria di hadapan Tyn," mencerminkan dedikasinya kepada Perawan Maria dan lokasinya di depan halaman Tyn. Kami berjuang keras untuk menemukan pintu masuk gereja. Setelah kami berjalan melalui lorong sempit di antara bangunan-bangunan tua, barulah kami tiba di halaman kecil tempat pintu masuk utama gereja berada.

Gereja ini dibangun terutama dengan gaya Gotik selama abad ke-14 dan ke-15. Interiornya menampilkan langit-langit yang tinggi dan berkubah, lengkungan runcing, dan kolom-kolom ramping, yang menciptakan kesan megah dan vertikalitas yang khas dari desain Gotik. Gereja ini didekorasi dengan sangat mewah dengan menampilkan seni Barok, yang mencerminkan sejarahnya yang panjang dan berbagai periode renovasi dan dekorasi. Banyak lukisan dan patung berasal dari abad ke-17 dan ke-18, saat gereja ini direnovasi secara besar-besaran dengan gaya Barok.

Interior yang remang-remang, aroma dupa, dan suasana yang tenang menciptakan ruang untuk meditasi dan doa. Baik kita menghadiri Misa atau sekadar duduk dalam keheningan, gereja ini menawarkan tempat peristirahatan yang damai dari hiruk pikuk Alun-alun Kota Tua di luar.

TAMAT

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Church_of_Our_Lady_before_T%C3%BDn