Tur kami dimulai di halaman tunggu yang tenang dan hijau, tempat yang
biasanya dilewati pengunjung dengan terburu-buru, yakni taman di pintu masuk
Cesky Krumlov, tepat di seberang Lazebnický Most (Jembatan Tukang Cukur).
Pemandu kami, Jan, mengangkat tangannya, "Sabar," katanya.
"Setiap kisah hebat memiliki prolog. Taman ini adalah prolog ke kastil."
Kami berhenti di taman pertama, lembah rerumputan yang luas dibingkai
oleh pohon-pohon linden. Dan di sanalah—deru lembut Sungai Vltava yang konstan
terdengar. Dari sini, seluruh pemandangan Cesky Krumlov terbentang di hadapan
kami: kastil yang menjulang, rumah-rumah beratap batu bata merah, menara gereja
St. Vitus yang megah.
Kami mengikuti jalan setapak berkerikil yang berkelok-kelok di
sepanjang tepi sungai. Di sini, taman terasa lebih segar. Ranting-ranting pohon
willow mencelupkan daun-daunnya ke dalam air yang mengalir deras, udaranya
sejuk serta berbau tanah lembap dan dedaunan segar. Seekor angsa sendirian,
sangat putih kontras dengan air hijau jamrud, meluncur melewati sungai.
"Sungai adalah darah kehidupan kota," kata Jan."
Saat kami berkelana, pemandangan pun bergeser. Kami menatap menembus tanaman
rambat yang merambat, sekilas pemandangan kastil yang muncul—dengan sebuah
menara bundar.
Momen mengesankan terjadi di sebuah tempat terbuka kecil di dekat bekas
pabrik bir. Sebuah dinding batu rendah, mengundang untuk diduduki. Seorang pria
tua memberi makan sekawanan burung pipit dari telapak tangannya. Dia mengangguk
kepada kami. Ini adalah ruang tamu bagi pendatang.
Matahari bersinar hangat.
Akhirnya, kami mendekati jembatan. Pemandangannya kini terasa familiar,
telah kami peroleh sebelumnya. Kami tidak hanya melihat kota yang indah; kami
melihat sebuah lanskap, dirubungi oleh air dan hutan, seperti keanggunan yang sengaja.
Taman itu telah membawa kami dari dunia modern ke dalam buku cerita.
Saat kami melangkah ke jembatan, meninggalkan penjaga ambang pintu di
belakang, saya merasa bukan seperti turis, tetapi seperti karakter yang
melangkah ke panggung cerita.
TAMAT
Sumber: https://www.wmf.org/projects/%C4%8Desk%C3%BD-krumlov-garden
