Tampilkan postingan dengan label Chengdu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chengdu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Desember 2017

Panda Gemuk Besar di Chengdu



Konon, seorang paderi Perancis berkunjung ke seorang petani di Chengdu dan menemukan bulu hitam putih seekor hewan menyerupai beruang. Dia bertanya ke petani itu hewan apakah gerangan karena ia belum pernah melihat beruang seperti itu. Petani itu menjawab bahwa itu adalah beruang Gemuk (“pan” dalam bahasa Cina) and Besar (“da” dalam bahasa Cina). Semenjak saat itu beruang itu dinamai Panda (Gemuk Besar).

Beruang Panda gemuk karena gaya hidupnya yang santai, dan makannya banyak. Setiap hari seekor panda makan bambu sekitar 25 kg, yang merupakan sekitar seperempat berat badannya.  Mengapa mereka makan bambu sebegitu banyaknya? Karena bambu kadar gizinya amat rendah, sehingga untuk memenuhi kebutuhan energinya, panda harus makan sedemikian banyak bambu. Tidak heran kalau kotorannya juga banyak.

Panda, jutaan tahun yang lalu, biasanya makan daging, mereka adalah hewan karnivora, namun selama proses evolusi, mereka beralih ke bambu. Nampaknya mereka tidak dapat bertahan bersaing mencari daging dengan hewan lain yang lebih ganas di hutan liar. Tak semua jenis bambu dapat dimakan oleh panda, hanya beberapa jenis bambu , dan yang mereka sangat suka adalah yang muda. Yang muda itu bagaikan santapan istimewa buat mereka. Karena mereka banyak makan bambu, lingkungan hidupnnya haruslah banyak ditumbuhi bambu yang bisa dimakan, kalau lingkungan hidupnya terganggu, banjir, gempa bumi, kebakaran dsb. dapat mengurangi jumlah bambu secara  drastic. Ini berarti bahwa panda haruslah bermigrasi ketempat lain untuk mencari makanan.

Panda memanglah keliatan pemalas, mereka meluangkan banyak waktu untuk tiduran sambil makan bambu , kalau tidak sedang makan, mereka tidur. Kecuali yang masih bayi  yang masih bayi suka main-main dengan saudaranya. Pada usia dini bayi-bayi panda suka main-main, berlari, memanjat pohon, namun setelah menjadi dewasa mereka menjadi menyendiri. Panda dewasa suka hidup sendirian di kandangnya, makan,  jalan-jalan dan tidur sendirian di kandangnya. Mereka sedemikian soliternya, bahkan sulit untuk mereka bersenggama dengan partnernya.  Panda betina punya masa subur yang sangat sempit untuk bisa hamil, hanya beberapa hari dalam setahun. Selain itu mereka  sangat sulit untuk bersenggama, sehingga kalau gagal harus menunggu setahun lagi, mungkin harus dicarikan partner yang lain.Karena itu sangatlah sulit untuk mengembang-biakkankan populasi hewan yang sudah terancam punah ini.

Maka, pemerintah Cina mendirikan  Panda Breeding Base di Chengdu untuk  memelihara dan mengembang –biakkan panda , melalui riset ilmiah yang mengamati tingkah laku panda  yang sedang kawin,  dan secara persemaian buatan (in vitro fertilization). Dengan cara ini pemerintah Cina berhasil memperbesar populasi panda dari sekitar 800 an di tahun 1970-an menjadi sekitar 1,800 saat ini.

Di Panda Breeding Base ini ada beberapa bayi panda yang dipajang untuk turis. Antriannya cukup panjang selagi saat liburan , banyak pengunjung mau melihat dan memotret bayi-bayi panda. Walaupun ada cukup banyak tempat untuk melihat panda, tempat melihat  bayi panda menjadi favorit. 

Dulunya turis diperbolehkan untuk memangku bayi panda untuk di foto, dengan menyumbang RMB 1,800 (sekitar USD 260) untuk memangku beberapa menit saja. Namun belakangan ini tidak diperbolehkan lagi guna mencegah penularan penyakit ke bayi panda akibat kontak tersebut. Nampaknya virus atau bakteri tertentu yang tak berbahaya bagi manusia dapat berbahaya bagi panda.

Panda memiliki pandangan jarak pendek, hanya beberapa meter, jadi mereka tidak bisa melihat pengunjung dengan jelas.  Lampu flash kamera tidak boleh dipakai ketika memotret panda untuk mencegah kerusakan matanya.  Panda lebih bergantung pada penciumannya, dan memiliki ingatan geografis yang kuat dengan menandai tempat itu dengan kotorannya atau kencingnya. Begitulah cara panda menandai lingkungan soliternya, mereka ogah memasuki lingkungan yang tidak berbau seperti dia.

Panda juga sensitif akan kuman-kuman parasit di bulunya yang dapat membunuhnya. Di lingkungan alamnya, lumpur dan tanah menyelimuti bulunya untuk melindunginya dari kuman parasit tersebut. Karena itulah bulu panda di Chengdu sini kelihatan kecoklatan dan bukannya putih murni, terutama dibagian pantat dan ekornya. Ketahuilah bahwa sebenarnya ekor panda itu selalu berwarna putih, bukannya hitam seperti kadang-kadang tampak di beberapa boneka panda di toko suvenir.

Ketahuilah juga bahwa bulu panda di kebun binatang Singapur keliatan lebih putih bersih, itu sebenarnya bukan warna bulu panda yang alami. Itu adalah warna artifisial seperti hal lainnya di Singapur, termasuk juga kandang panda di sana. Kandangnya pakai AC, diatur dan didekorasi demi kenyamanan para turis. Tapi memang menarik untuk melihat panda di sana.

Bagi negeri Cina, warna hitam putihnya panda adalah simbol konsep Yin dan Yang, keseimbangan antara postitif dengan negatif, tinggi dengan rendah, gunung dengan sungai, modern dengan tradisional, di dalam kehidupan masyarakat Cina.  Keseimbangan Yin dan  Yang yang terlihat dalam kedamaian dan kelucuan penampilan panda , menjadi symbol kedamaian dan harmoni bagi negeri Cina.

Cina mempromosikan panda-panda ini dengan meminjamkan beberapa panda ke luar negeri. Panda-panda yang dipinjamkan ini tetaplah menjadi hak milik Cina, termasuk keturunannya. Jadi pada dasarnya tidak ada panda yang hidup di alam bebas di luar Cina, dan semua yang hidup dalam peliharaan adalah milik Cina.

Panda yang hidup sebagai peliharaan tidak akan bisa bertahan hidup di alam bebas, karena mereka sudah termanjakan. Mereka tidak terlatih untuk mencari makanan sendiri, mereka sukar bersenggama dan sukar melahirkan bayi. Dalam peliharaan bayi-bayi panda dirawat oleh manusia, diberi susu dan kesehatannya dijaga agar bayi panda itu tumbuh sehat. Jika tidak bayi-bayi panda jarang yang bisa bertahan hidup, karena induknya tidak becus memelihara bayinya. Di alam bebas, jika induknya melahirkan dua bayi, ia akan memilih salah satu untuk dirawat dan meninggalkan yang lainnya, seakan-akan ia tahu bahwa hanya akan satu bayi yang bisa bertahan hidup.

Keterlibatan manusia memelihara panda tampaknya sekarang menjadi suatu kebutuhan, walaupun panda sudah bertahan hidup selama jutaan tahun. Mungkin kalau nantinya panda-panda hidup di alam yang kehabisan bambu, mereka harus mencari lmakanan pengganti bambu lagi.



Sabtu, 18 November 2017

Ganti Wajah Opera Sichuan


Pertunjukan Ganti Wajah di Opera Sichuan adalah pertunjukan satu-satunya di seluruh dunia, dan tehniknya dirahasiakan secara ketat. Ganti Wajah, sebenarnya  Ganti Topeng, berasal dari jaman dulu kala ketika orang-orang di Cina menghias wajah mereka dengan warna dan corak untuk menakuti binatang-binatang.
Topeng-topeng tersebut disiapkan dan ditempelkan ke wajah, setiap topeng di ikat dengan tali ke pakaian sang aktor. Dalam pertunjukannya, topeng-topeng itu dirobek satu persatu dengan cara menarik tali dan topeng itu berganti dengan yang topeng yang baru. Pertunjukan itu harus dilakukan secara cepat supaya penonton tidak melihat bagaimana hal itu terjadi.
Opera Sichuan adalah salah satu opera  tradisional Cina yang paling terkenal. Ia berasal di propinsi Sichuan sekitar 1,700 tahun yang lampau. Opera Sichuan memainkan peranan penting dalam kebudayaan Chengdu dan tersebar luas di Barat Daya Cina. Bagian-bagian opera yang paling populer adalah “Ganti Wajah”, “Peniup Api”, “Lampu Bergulir”, “Musik rakyat”, dan “ Opera Boneka”.
Mengenakan pakaian-pakaian indah berwarna cerah dan make-up tebal yang teliti, para aktor menyanyi dengan nada tinggi dan bergerak seiring musik yang menghentak dan dramatis, memelintir, berjingkrak, berguling, dan meloncat dengan memakai kostum yang berat. Selagi mereka bergerak, mereka juga berganti topeng untuk memperlihatkan perubahan emosi karakter yang dimainkannya.
Aktor yang ahli bisa ganti wajah beberapa kali, empat kali pada umumnya. Namun mengetahui bagaimana ganti wajah itu dilakukan tidaklah berarti  bisa melakukannya. Hal ini dirahasiakan seperti menjaga rahasia negara. Seni Ganti Wajah di wariskan di dalam keluarga sebagai rahasia yang dijaga ketat. D tahun 1987 keahlian Ganti Wajah didaftarkan sebagai “Rahasia negara tingkat dua” oleh Kementerian Kebudayaan Cina.
Kostum, tarian dan nyanyian Opera Sichuan hampir sama dengan Opera Peking, tapi Opera Sichuan memiliki lebih banyak aksi, seperti “meniup api”, “lampu bergulir” dan yang paling terkenal adalah “Ganti Wajah”
Didalam Opera Sichuan yang terkenal “Nyonya Ular Putih”, mengenai kisah cinta antara orang dan siluman ular perempuan, aktor pemain siluman Ular Putih berganti wajah delapan kali, dari biru, merah, putih, hitam dan warna lainnya. Sangatlah sulit untuk merobek topeng di wajah satu demi satu, topeng-topeng itu tidak boleh lengket dengan lainnya dan pergerakan tangan hatuslah cepat dan tidak telihat.
Opera Sichuan telah dipertunjukan selama berabad-abad di Cina, namun kemudian datanglah Revolusi Kebudayaan selama 10 tahun dari tahun 1966 sampai 1976. Semasa itu seni pertunjukan Cina sangat terhambat. Mao melihat semua seni haruslah mewakili kebutuhan kelas masyarakat umum dan menuntut bahwa Opera harus diperuntukkan bagi pekerja, petani dan tentara. Seni haruslah menjadi propaganda yang eksplisit untuk revolusi dan membantu mengubah masyarakat menuju sosialisme.
Kesenian kemudian dikontrol seluruhnya oleh pemerintah dan para aktor tidak lagi meiliki kontrol akan pertunjukannya.  Opera yang boleh dipertunjukan dalam periode ini adalah yang dinamakan “opera model” dengan tema kontemporer dan revolusioner  dan dengan panggung  dan kostum yang realistis.
Istri  Mao Zedong, Jiang Qing, menulis kembali banyak opera  dengan menggunakan tema kontemporer dan interpretasinya akan ideologi komunis. Diyakinii bahwa ia yang menyarankan “opera model” tersebut, untuk mengubah, menulis kembali opera-opera agar menjadi opera-opera yang boleh dipertunjukan.
Bukan hanya tema yang dirubah, tapi juga gaya musiknya. Lebih banyak alat instrument Barat digunakan, yang dimainkan oleh orkestra besar menggantikan kelompok musisi tradisionil yang kecil. Waktu untuk perkusi  yang biasanya melatar belakangi aksi perkelahian, juga dikurangi.  Bahkan lagu-lagunya dibuat ke Barat-baratan, meniru gaya belcanto. Ironisnya, di dalam periode ini sebenarnya alat-alat muik Barat dilarang, tapi musiknya boleh dipertunjukan asalkan pertunjukkannya berdasarkan “opera model”.
Lalu, berakhirlah masa 10 tahun Revolusi Kebudayaan di tahun 1976 dan berakhir pula masa “opera model”. Opera tradisional muncul kembali di panggung dan sekarang dipertunjukan secara rutin, namun telah banyak kerusakan dibuat oleh Revolusi Kebudayaan. Semasa itu banyak pemain yang meninggal, pensiun, atau kehilangan rasa keseniannya karena jarang bisa mempertunjukkannya.
Tapi masih ada aktor-aktor tua yang selamat melalui masa Revolusi Kebudayaan dan saat ini masih manggung  dan walaupun opera tradisional sudak banyak terusakkan, teater tradisional di jaman Cina kontemporer  kini masih berkembang.
Opera-opera dirubah lagi, tapi saat ini untuk menarik penonton yang berwawasan modern dan tidak ada upaya untuk mengkontrol isi pertunjukannya. Bagi penonton perkotaan yang cerdas, pertunjukan dengan pesan politis yang berani dan tema –tema filosofis dipertunjukkan dengan panggung yang imajinatif dan bukannya realistis, dan dengan menggunakan kostum asli sesuai sejarah , lagu-lagu klasik yang luar biasa, dan intrumen-instrumen yang inovatif.
Walaupun Revolusi Kebudayaan banyak membawa kerusakan bagi Cina, termasuk keseniannya, Opera Sichuan berhasil bangkit kembali dengan mudah.  Reformasi ekonomi diakhir 1970-an membantu hal ini, dibantu pula oleh evolusi teknologi teater dan tehniknya. Sehingga para penonton opera masa kini dapat melihat yang terbaik dari opera Cina  masa lalu dan masa.
Opera modern masih memiliki tradisi yang panjang dan berkembang dalam kebangkitannya dari masa Revolusi Kebudayaan.  Banyak opera-opera lama dipertunjukkan, dalam gaya tradisional murni dengan sumpalan modern. Mempertimbangkan segala reformasi yang dialami oleh Opera, adalah mengherankan bagaimana keasliannya masih tetap terpelihara.
Opera Sichuan menonjol karena keragaman ceritanya. Orang bilang jangkauannya tak terbatas, berdasarkan beragamnya latar belakang dan luasnya kebudayaan di pedesaan Cina. Opera Sichuan sangat popular karena ditonjolkannya aksi pertunjukkan  seperti  Ganti Wajah.
Pertunjukkan Ganti Wajah sebenarnya hanyalah bagian kecil dari Opera Sichuan, namun penonton, terutama turis, penuh keingin-tahuan melihat bagaimana Ganti Wajah itu, seperti suatu pertunjukkan sirkus. Seandainya Opera Sichuan adalah lautan besar, Ganti wajah seperti tetesan air, demikian kiasannya.


Tapi marilah mengakui bahwa karena Ganti Wajah itu, lebih banyak orang mengenal Opera Sichuan, dan ini adalah baik baginya.