Cari Blog Ini

Sabtu, 18 November 2017

Ganti Wajah Opera Sichuan


Pertunjukan Ganti Wajah di Opera Sichuan adalah pertunjukan satu-satunya di seluruh dunia, dan tehniknya dirahasiakan secara ketat. Ganti Wajah, sebenarnya  Ganti Topeng, berasal dari jaman dulu kala ketika orang-orang di Cina menghias wajah mereka dengan warna dan corak untuk menakuti binatang-binatang.
Topeng-topeng tersebut disiapkan dan ditempelkan ke wajah, setiap topeng di ikat dengan tali ke pakaian sang aktor. Dalam pertunjukannya, topeng-topeng itu dirobek satu persatu dengan cara menarik tali dan topeng itu berganti dengan yang topeng yang baru. Pertunjukan itu harus dilakukan secara cepat supaya penonton tidak menlihat bagaimana hal itu terjadi.
Opera Sichuan adalah salah satu opera  tradisional Cina yang paling terkenal. Ia berasal di propinsi Sichuan sekitar 1,700 tahun yang lampau. Opera Sichuan memainkan peranan penting dalam kebudayaan Chengdu dan tersebar luas di Barat Daya Cina. Bagian-bagian opera yang paling populer adalah “Ganti Wajah”, “Peniup Api”, “Lampu Bergulir”, “Musik rakyat”, dan “ Opera Boneka”.
Mengenakan pakaian-pakaian indah berwarna cerah dan make-up tebal yang teliti, para aktor menyanyi dengan nada tinggi dan bergerak seiring musik yang menghentak dan dramatis, memelintir, berjingkrak, berguling, dan meloncat dengan memakai kostum yang berat. Selagi mereka bergerak, mereka juga berganti topeng untuk memperlihatkan perubahan emosi karakter yang dimainkannya.
Aktor yang ahli bisa ganti wajah beberapa kali, empat kali pada umumnya. Namun mengetahui bagaimana ganti wajah itu dilakukan tidaklah berarti  bisa melakukannya. Hal ini dirahasiakan seperti menjaga rahasia negara. Seni Ganti Wajah di wariskan di dalam keluarga sebagai rahasia yang dijaga ketat. D tahun 1987 keahlian Ganti Wajah didaftarkan sebagai “Rahasia negara tingkat dua” oleh Kementerian Kebudayaan Cina.
Kostum, tarian dan nyanyian Opera Sichuan hampir sama dengan Opera Peking, tapi Opera Sichuan memiliki lebih banyak aksi, seperti “meniup api”, “lampu bergulir” dan yang paling terkenal adalah “Ganti Wajah”
Didalam Opera Sichuan yang terkenal “Nyonya Ular Putih”, mengenai kisah cinta antara orang dan siluman ular perempuan, aktor pemain siluman Ular Putih berganti wajah delapan kali, dari biru, merah, putih, hitam dan warna lainnya. Sangatlah sulit untuk merobek topeng di wajah satu demi satu, topeng-topeng itu tidak boleh lengket dengan lainnya dan pergerakan tangan hatuslah cepat dan tidak telihat.
Opera Sichuan telah dipertunjukan selama berabad-abad di Cina, namun kemudian datanglah Revolusi Kebudayaan selama 10 tahun dari tahun 1966 sampai 1976. Semasa itu seni pertunjukan Cina sangat terhambat. Mao melihat semua seni haruslah mewakili kebutuhan kelas masyarakat umum dan menuntut bahwa Opera harus diperuntukkan bagi pekerja, petani dan tentara. Seni haruslah menjadi propaganda yang eksplisit untuk revolusi dan membantu mengubah masyarakat menuju sosialisme.
Kesenian kemudian dikontrol seluruhnya oleh pemerintah dan para aktor tidak lagi meiliki kontrol akan pertunjukannya.  Opera yang boleh dipertunjukan dalam periode ini adalah yang dinamakan “opera model” dengan tema kontemporer dan revolusioner  dan dengan panggung  dan kostum yang realistis.
Istri  Mao Zedong, Jiang Qing, menulis kembali banyak opera  dengan menggunakan tema kontemporer dan interpretasinya akan ideologi komunis. Diyakinii bahwa ia yang menyarankan “opera model” tersebut, untuk mengubah, menulis kembali opera-opera agar menjadi opera-opera yang boleh dipertunjukan.
Bukan hanya tema yang dirubah, tapi juga gaya musiknya. Lebih banyak alat instrument Barat digunakan, yang dimainkan oleh orkestra besar menggantikan kelompok musisi tradisionil yang kecil. Waktu untuk perkusi  yang biasanya melatar belakangi aksi perkelahian, juga dikurangi.  Bahkan lagu-lagunya dibuat ke Barat-baratan, meniru gaya belcanto. Ironisnya, di dalam periode ini sebenarnya alat-alat muik Barat dilarang, tapi musiknya boleh dipertunjukan asalkan pertunjukkannya berdasarkan “opera model”.
Lalu, berakhirlah masa 10 tahun Revolusi Kebudayaan di tahun 1976 dan berakhir pula masa “opera model”. Opera tradisional muncul kembali di panggung dan sekarang dipertunjukan secara rutin, namun telah banyak kerusakan dibuat oleh Revolusi Kebudayaan. Semasa itu banyak pemain yang meninggal, pensiun, atau kehilangan rasa keseniannya karena jarang bisa mempertunjukkannya.
Tapi masih ada aktor-aktor tua yang selamat melalui masa Revolusi Kebudayaan dan saat ini masih manggung  dan walaupun opera tradisional sudak banyak terusakkan, teater tradisional di jaman Cina kontemporer  kini masih berkembang.
Opera-opera dirubah lagi, tapi saat ini untuk menarik penonton yang berwawasan modern dan tidak ada upaya untuk mengkontrol isi pertunjukannya. Bagi penonton perkotaan yang cerdas, pertunjukan dengan pesan politis yang berani dan tema –tema filosofis dipertunjukkan dengan panggung yang imajinatif dan bukannya realistis, dan dengan menggunakan kostum asli sesuai sejarah , lagu-lagu klasik yang luar biasa, dan intrumen-instrumen yang inovatif.
Walaupun Revolusi Kebudayaan banyak membawa kerusakan bagi Cina, termasuk keseniannya, Opera Sichuan berhasil bangkit kembali dengan mudah.  Reformasi ekonomi diakhir 1970-an membantu hal ini, dibantu pula oleh evolusi teknologi teater dan tehniknya. Sehingga para penonton opera masa kini dapat melihat yang terbaik dari opera Cina  masa lalu dan masa.
Opera modern masih memiliki tradisi yang panjang dan berkembang dalam kebangkitannya dari masa Revolusi Kebudayaan.  Banyak opera-opera lama dipertunjukkan, dalam gaya tradisional murni dengan sumpalan modern. Mempertimbangkan segala reformasi yang dialami oleh Opera, adalah mengherankan bagaimana keasliannya masih tetap terpelihara.
Opera Sichuan menonjol karena keragaman ceritanya. Orang bilang jangkauannya tak terbatas, berdasarkan beragamnya latar belakang dan luasnya kebudayaan di pedesaan Cina. Opera Sichuan sangat popular karena ditonjolkannya aksi pertunjukkan  seperti  Ganti Wajah.
Pertunjukkan Ganti Wajah sebenarnya hanyalah bagian kecil dari Opera Sichuan, namun penonton, terutama turis, penuh keingin-tahuan melihat bagaimana Ganti Wajah itu, seperti suatu pertunjukkan sirkus. Seandainya Opera Sichuan adalah lautan besar, Ganti wajah seperti tetesan air, demikian kiasannya.


Tapi marilah mengakui bahwa karena Ganti Wajah itu, lebih banyak orang mengenal Opera Sichuan, dan ini adalah baik baginya.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar