Tampilkan postingan dengan label Tokyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokyo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Mei 2018

Dari Jalanan Tokyo Ke Kuil Kasuga Taisha



Berjalan-jalan di Tokyo di sore hari kita bisa melihat banyak orang membanjiri pedestrian yang besar-besar. Nampaknya orang sini, meskipun mereka terkenal pekerja keras dalam waktu kerja yang panjang, tidaklah langsung pulang ke rumah setelah pulang kerja. Mereka suka makan angin di jalanan, berkunjung ke toko-toko, warung kopi dan bar-bar sepulang kerja. Suasananya meriah, mereka banyak hanya ngobrol di depan bar-bar atau di lapangan-lapangan di Shinjuku.


Daerah Shinjuku selalu hiruk pikuk dan sibuk, karena ini merupakan pusat bisnis di pagi hari dan daerah hiburan di malam hari. Daerah ini pada mulanya bertumbuh sebagai daerah pusat pengiriman pos bagi para pendatang, dan lambat laun berubah menjadi daerah kesibukan kota setelah stasiun kereta apinya dibuka setelah masa Meiji. Selanjutnya, banyak jalur kereta api digunakan oleh sebagian besar penduduk yang tinggal di Timur Tokyo, bertemu di Shinjuku, yang mengembangkan stasiun ini menjadi terminal yang sangat besar dan sibuk.


Kalau anda peminat gaya pakaian anak muda, tidak ada tempat lain di dunia di mana kita bisa melihat kebudayaan anak muda di jalanan yang begitu dinamis, berwarna warni, dan belia dengan gaya yang berubah tiap hari seperti yanng terjadi di Jepang, terutama di Tokyo, pusat busana baru yang mananjak di dunia.


Kalau anda mencari gaya busana tertentu bagi muda-mudi, Takeshita Street, dan sekelilingnya, adalah tempatnya, yang menjajakan tak terbilang banyaknya gaya-gaya unik.  Anda bisa mendapatkan baju pemain band, gaya puteri raja, gaya goth, dan bahkan kostum-kpstum beraneka ragam. Ini yang membuat jalan ini begitu unik dan populer. Anda bisa membeli apa saja, mulai dari sepatu boot sampai tutup telinga, dan t-shirt pemain band sampai pernak pernik dalam gaya bermacam-macam yang anda tidak bisa dapatkan di tempat asal anda – dengan harga yang terjangkau pula.


Sulit dibayangkan bagaimana busana kultur pop Jepang telah berkembang dengan gejala yang begitu bebas yang menonjolkan keunikan pribadi di negara yang menghargai kebersamaan, mementingkan harmoni, kesopanan, hirarki dan tradisi.


Jauh dari keramaian kota, ada dunia yang lain. Di tengah hutan pepohonan, melalui jalan setapak yang berkelok-kelok dengan 3000 lentera di sepanjang jalan, berdirilah kuil Kasuga Taisha. Kuil ini adalah kuil Shinto, lokasinya sengaja dipilih di dalam hutan pepohonan. Agama Shinto sangatlah erat berhubungan dengan alam dan berjalan di tengah hitan pepohonan membuat anda merasa berjalan di dunia yang lain, walaupun letaknya hanya beberapa kilometer dari jalanan yang ramai.


Ke 3000 lentera tersebut merupakan simbol dari ke 3000 kuil Kasuga yang tersebar di seluruh Jepang. Setiap lentera merupakan sumbangan dari seorang warga untuk berterimakasih dan dukungan terhadap kuil itu. Tulisan di setiap lentera  menunjukan dewa yang mana lentera itu dipersembahkan, atau nama penyumbang lentera itu.

TAMAT






Senin, 26 Maret 2018

Tokyo, dilihat dari Tokyo Tower



Tokyo resminya dikenal sebagai “metropolitan prefecture”, yang berbeda dan merupakan kombinasi dari kota dan prefecture (distrik), sebuah karakeristik Tokyo yang unik.

Daerah Greater Tokyo adalah daerah metropolitan yang paling padat di dunia. Daerah Metropolitan Tokyo adalah daerah kebudayaan yang ramai dengan tradisi bersejarah dibandingkan dengan gedung-gedung kota yang baru dan obsesi berbelanja yang besar.

Dengan lebih dari 13 juta penduduk Tokyo dikenal sebagai salah satu kota mega di dunia. Banyak orang yang datang dari kota-kota tetangga Tokyo. Di pagi hari, penduduknya bertambah lebih dari 2.5 juta pegawai dan pelajar yang berdatangan dari daerah-daerah di sebelahnya.
Di Tokyo, ada 49 gedung-gedung dan struktur yang lebih tinggi dari 180 meter. Pencakar langit adalah fenomena yang relatif baru di Jepang. Berhubung lokasi Tokyo di Pasifik dan lempengan tektonik Eurasia, Tokyo rentan terhadap gempa bumi.
Namun, keadaan ini tidak membuat Tokyo ciut membangun pencakar langit, dan Tokyo masa kini memegahkan diri dengan lebih banyak gedung –gedung tinggi seperti halnya kota di Asia lainnya- bahkan mungkin di dunia.
Tokyo Tower adalah menara komunikasi dan observasi di distrik Shiba-koen di Minato, Tokyo, Jepang. Dengan tinggi 332,9 meter, menara ini adalah struktur tertinggi kedua di Jepang. Strukturnya diinspirasikan oleh menara Eiffel yang dicat putih dan international orange untuk memenuhi peraturan keselamatan penerbangan. Dibangun di tahun 1958, penghasilan menara ini terutama dari pariwisata dan penyewaan antena. Lebih dari 150 juta orang telah mengunjungi menara ini.
Di pusat Tokyo, terletak Imperial Palace (Istana Kaisar) yang merupakan tempat tinggal utama Kaisar Jepang. Area istana ini seperti taman besar di daerah Chiyoda Tokyo dan berisi bangunan termasuk istana utama, tempat tinggal pribadi keluarga Kaisar, gedung arsip, museum-museum dan perkantoran administratif.
Istana ini dibangun di lokasi istana lama bergaya Edo. Luas area total termasuk taman-tamannya adalah 1.15 km2. Istana jaman modern ini didisain oleh arsitek Jepang  Shōzō Uchii dan diselesaikan di tahun 1993. Kompleks istana berisi istana utama dan bangunan-bangunan lainnya.
Istana ini dikelilingi oleh tanggul air dan lahan yang ditumbuhi pepohonan – suatu citra alami yang berharga di tengah hiruk pikuknya kota metropolitan.
Sumber: Wikipedia